Kamis, 12 Desember 2013

INSPIRASI

Sahabat saya akan berbagi mengenai kisah-kisah inspiratif dari buku "Kisah Inspiratif Bocah-bocah Ajaib yang Mengubah Dunia"  oleh Been Rafanny

Kisah yang pertama oleh Aelita Andre. Apakah sahabat sudah pernah mendengar mengenai kisah bocah cilik bernama Aelita Andre seorang pelikis cilik. Bagi yang belum mari kita ikuti kisahnya,, :-)


 Bocah cilik ini baru berusia 2 tahun, tetapi hasil lukisannya menggemparkan dunia seni Australia. Kisah ini berawal dari usulan seorang fotografer kepada Direktur Street Gallery, Mark Jamieson, agar menyertakan lukisan-lukisan Aelita Andre dalam pameran lukisan yang akan digelar di balai seni Melbourne Fitzrozy. Fotografer itu memperlihatkan sebuah foto lukisan Aelita tanpa menyebut siapa Aelita dan berapa usianya. Melihat foto-foto lukisan itu, Jameison tertarik dan memasukkan nama Aelita sebagai salah satu peserta pameran.
Untuk mempromosikan pameran tersebut, Jameison membuat iklan-iklan yang dipasang di majalah seni Art Almanac dan Art Collector. Setelah undangan tersebar, iklan dipasang, barulah sang direktur kalau salah satu peserta pameran adalah bocah yang usianya belum genap dua tahun. Usianya saat itu baru 22 bulan. Jamieson kaget luar biasa. Dia sungguh tak bisa membayangkan kalau karya-karya yang disodorkan padanya adalah karya bocah yang baru belajar berjalan.

"Saya sangat terkejut, jujur saja, juga sedikit malu," kata Jamieson mengungkapkan reaksi pertamanya ketika tahu Aerlita Andre masih bocah. "Saya sempat merasa ragu, sempat muncul pikiran untuk membatalkan keikutsertaannya. Karena meski karyanya menarik, tapi dia masih terlampau muda. Lalu saya pikir lagi, mengapa tidak memberinya kesempatan," tutur Jamieson.w

Ia mengatakan, Brunswick Street Gallery mempunyai kebijaksanaan mempromosikan seniman-seniman pemula, namun belum pernah yang berusia semuda Aelita. Akhirnya Jamieson memutuskan untuk tetap membolehan karya Aelita ikut dipamerkan. Meski diakuinya, beberapa orang mengkritik bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Aelita Andre, kini menjadi buah bibir di Australia, juga kalangan seniman lukis dunia. Pasalnya, karya-karyanya yang brilian yang dianggap melampaui usianya. Bisa jadi dia adalah pelukis termuda di dunia yang telah menggelar pameran, jika prestasinya ini diusulkan ke Guinnes World Record.

kehebohan muncul saat pameran di balai seni Melbourne Fitzrozy. Lukisan abstrak berwarna cerah yang digantung berdampingan dengan karya pelikis terkenal, membuat para pemerhati lukisan tercengang. Mereka Kaget karena disamping lukisan abstrak itu terdapat foto Aelita Andre dan penjelasan bahwa dialah yang pelikisnya.

Tak menunggu watu lama, lukisannya pun dibeli pengunjung. Potensi yang dimiliki Aelita Andre tidak disia-siakan penyelenggara pameran yang memberi kesempatan bocah ini berpameran tunggal. Dalam tempo singkat, Aelita memiliki penggemar yang terpaksa harus mengantre untuk bisa memiliki lukisan-lukisannya berharga ribuan dolar.

Sejauh ini, bocah yang masih suka digendong oleh orang tuanya ini, telah menghasilkan 20 lukisan. Melihat lukisan karyanya, orang menyebut Aelita adalah bocah jenius. namun tak sedikit yang megkritik orangtuanya. Mereka dianggap terlalu memaksakan anaknya yang sebenarnya masih terlalu muda untuk dipaksa "bekerja" dan menjadi "tambang emas". Tapi orangtuanya menolak anggapan demiian, menurut mereka melukis adalah hobinya.

Aelita belajar melukis sebelum bisa berjalan. Seperti pada umumnya, pelajaran menggambar di kelompok bermain, mejadi kegiatan yang paling digematinya. di hadapan  kertas putih, Aelita bisa menjadi sangat serius membentuk garis-garis yang dia inginkan. Bisa jadi bakatnya menurun dari kedua orangtuanya. Bisa jadi bakatnya menurun dari kedua orangtuanya, Michael dan Nikka yang memang seniman. Suatu ketika, ayahnya meletakkan selembar kanvas dan sejumlah cat di lantai dan mengajari Aelita cara melukis dengan cat.

Bocah ini tampak begitu gembira, dan mulai meluis dengan jarinya yang telah dicelipkan pada cat. Michael membiarkan ankanya melakukan sekehendak hatinya pada kanvas itu. Lalu, Michael kembali meletakkan sebuah anva lain, dan Aelita pun dengan tekun melukisnya.

Michael begitu tercengang dengan hasil karya ankanya. Begitu hidup dan ekspresif, oresannya kuat. "Dia menyeleseikan lukisan akrilik pertamanya di atas kanvas saya. Sejak itu ia menjadi begit "tergila-gila" pada melukis. setiap saat dia ingin melukis. Setiap saat dia ingin melukis dan melukis," ujar Michael. Di bawah bimbingan orangtuanya, bakat Aelita makin terasah.

Pada usia 1 tahun, bocah itu telah menghasilkan sejumlah lukisan yang siap untuk dipamerkan. Sampai akhirnya Mark Jamieson, Direktur Brunswick Stree Gallery, 'menemukan' karya bocah itu. Nama aelita makin menjadi buah bibir ketika banya media masa cetak maupun elektronik, dalam maupun luar negeri, mempublikasikan sosoknya  juga katya-karyanya. Kini para penggemar lukisan harus antre membeli lukisan yang harganya sudah mencapai ribuan dollar.

Kini Aelita dan karya-karyanya banyak diperbincangkan dan dipakai oleh berbagai media seperti BBC World News, Telegraph (England), Art Collector, Art Almanac, dan publikasi-publikasi internasional di Jerman, Rusia, Spanyol, China, Asia, Japan, USA, dan lainnya


bagaimana sahabat,, sungguh menajubkan bukan. Semoga inspirasi diatas dapat menggugah semangat kita yang masih terbelnggu. ingat kesungguhan itu sagat penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar