Hati yang Tersakiti
Sabtu, 05 Juli 2014
Rabu, 16 April 2014
Nama : Siti Nurjana (D52211055)
Mata Kuliah : Pancasila
Tugas : UTS
Pandangan Etika Pancasila pada Money Politic dalam Pancasila
Money politic (Poloitik Uang) tentu sudah tidak asing di telinga
kita. Politik uang adalah alat yang dipakai oleh kalangan tertentu untuk
membujuk orang lain demi memperlancar rencananya. Politik uang tidak hanya
berupa uang saja, bisa berupa sembako, baju dan lain-lain. Tapi mayoritas
mereka menggunakan uang dalam memperlancar aksinya. Seperti yang baru kita
dengar pada pemilu tahun ini adalah “serangan fajar”. Yaitu money politik yang
dilakukan pada pagi buta, sehingga tidak diketahui oleh banyak orang. Lihat
saja seorang calon pemimpin masyarakat dalam meraih kekuasaan menggunakan cara
yang tidak sepatutnya dilakukan, bagaimana nasib rakyat dan daerah yang
dipimpin untuk kedepannya. Bahkan yang terjadi adalah kacang lupa pada
kulitnya. Kalau sudah meraih kursi lupa pada siapa yang memilihnya dahulu. Politik
uang menyebabkan nilai demokrasi Negara ini luntur[1]
dan dapat memecah belah persatuan bangsa. Mengapa nilai demokrasi luntur,
karena kebebasan mereka dalam memilih calon pemimpin yang akan mereka pilih
telah dibeli pada calon yang tidak akan mereka pilih. Akibatnya pemenangnya
adalah siapa yang mendapat suara terbanyak dengan politik uang tadi. Akibat
yang kedua yaitu memecah belah persatuan bangsa. Karena dalam setiap praktek
politik uang tidak mungkin para calon memberikan langsung uang kepada target,
pasti mengutus para perantara yang kemudian didata siapa saja yang mendapat
pesangon. Misalnya calon bernama si A
lalu mengutus si B dalam melancarkan aksinya. Si B mendata siapa saja yang akan
mendapat pesangon tersebut salah satunya adalah satu keluarga saudaranya
sendiri. Tapi si B ini tahu bahwa salah satu saudaranya mendapat pesangon dari
calon lain. Si B tidak terima, kemudian menjauhi saudaranya tersebut. Apakah
para calon tahu mengenai kejadian tersebut. Tidak. Yang penting rencananya
berhasil, dan berharap mendapat suara yang banyak. Kalau seperti ini mau dibawa
kemana Negara kita.
Langganan:
Postingan (Atom)