Tanggal 27 Desember 2013
Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti akan ada hari-hari yang sangat indah yang pernah dilewati. Hal itu akan membuat hati kita terus merasa nyaman dengan orang yang dekat dengan kita. Tak ingin berpisah itu yang mereka harapkan. Tapi jika misalnya ada badai datang apakah akan bisa bertahan. Itu yang pernah saya alami. Mempunyai hubungan spesial dengan orang, awalnya sangat bahagia, ingin selalu didekatnya. Setiap hari harus update kegiatan orang yang dicintainya.
“Sedang apa” itu adalah kalimat yang tak pernah luput dari suatu hubungan. Keluar di tempat yang sangat romantis dan indah jauh dari keramaian, adalah tempat favorit yang dituju. Saling menungkapkan isi hati. Meyakinkan isi hati satu sama lain. Saling membuktikan bahwa “Aku Setia”, saling berucap kata “sayang” tak pernah absen dalam setiap komunikasi baik secara langsung maupun dengan media sosial yang lain. Merasa saling memiliki, tapi belum sah. Ingin memeperhatikan selalu, tapi apakah tulus melakukan itu atau hanya sekedar biar di bilang pasangannya setia atau tulus. Atau mungkin sekedar basa-basi.
Dalam berhubungan dengan orang lain, pasti akan ada hari-hari yang sangat indah yang pernah dilewati. Hal itu akan membuat hati kita terus merasa nyaman dengan orang yang dekat dengan kita. Tak ingin berpisah itu yang mereka harapkan. Tapi jika misalnya ada badai datang apakah akan bisa bertahan. Itu yang pernah saya alami. Mempunyai hubungan spesial dengan orang, awalnya sangat bahagia, ingin selalu didekatnya. Setiap hari harus update kegiatan orang yang dicintainya.
“Sedang apa” itu adalah kalimat yang tak pernah luput dari suatu hubungan. Keluar di tempat yang sangat romantis dan indah jauh dari keramaian, adalah tempat favorit yang dituju. Saling menungkapkan isi hati. Meyakinkan isi hati satu sama lain. Saling membuktikan bahwa “Aku Setia”, saling berucap kata “sayang” tak pernah absen dalam setiap komunikasi baik secara langsung maupun dengan media sosial yang lain. Merasa saling memiliki, tapi belum sah. Ingin memeperhatikan selalu, tapi apakah tulus melakukan itu atau hanya sekedar biar di bilang pasangannya setia atau tulus. Atau mungkin sekedar basa-basi.
Jika
suatu saat ujian datang, akankah semua bertahan. Akankah bisa meyakinkan satu
sama lain. Jika ada salah satu yang tidak sungguh-sungguh dalam hubungan itu,
masalah itu akan menjadi jalan keluar untuk mengakhiri hubungan tersebut. Meski
pasangannya sudah berupaya meyakinkan. Hanya pasrah yang bisa dilakukan.
Penyesalan mungkin yang akan dirasakan. Menyesal telah mengenal dia, karena
sudah tau sifat asliya, atau bahkan ada yang tidak menyesal karena telah mengenal
dia. Atau bahkan mungkin bersyukur telah menemukan sosok itu, meski tidak bisa
bersatu. Banyak rasa memang jika cinta sudah berbicara. Setelah berpisah hanya
kenangan yang bisa dikenang. Kata “Sedang apa” sudah tak dapat diucapkan lagi
atau didapat. Kata “sayang” sudah tidak didengar lagi. Tidak bisa update
kegiatan satu sama lain. Tidak ada yang melarang jika pergi dengan temannya
yang lawan jenis. Kenangan yang tersisa. Tapi apakah sahabat akan terus
meratapi hal itu. Buat apa? Meratapi suatu yang tidak baik bagi kita akan
menguras energi kita dengan sia-sia. Beruntung, karena kemana-mana tidak ada
yang melarang. Pergi dengan siapa tidak ada yang melarang. Kita enjoy, masih
banyak orang sayangnya tulus dengan kita. Dan tidak akan menuntut kita untuk
menjadi orang lain. Terus perbaiki diri sahabat, demi tambatan hati yang sah
yang akan menemani kita dalam keadaan apapun. Menerima kita apa adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar